
Bengkalis — Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan sektor industri melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan pada Senin, 27 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Revitalisasi Pendidikan Tinggi Vokasi yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia untuk tahun 2025.
Acara yang dipusatkan di lingkungan Jurusan Teknik Perkapalan ini dipimpin oleh Dr. Jamal, selaku Ketua Pelaksana Program Revitalisasi, dengan tujuan memperkuat keterhubungan antara institusi vokasi dan Dunia Usaha serta Dunia Industri (DUDI), khususnya dalam pengembangan teknologi kapal yang cerdas dan ramah lingkungan.
Turut hadir dalam forum strategis ini perwakilan dari berbagai lembaga, seperti Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai, Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis, serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) cabang Pekanbaru. Dari kalangan industri, partisipasi datang dari CV Fath Bahari Engineering, CV Bengkalis Marine Fiber, CV Vikram Fiberglass, CV Claude Code Indonesia, KSOP Bengkalis, serta Koperasi Konsumen Agro Sejahtera Bersama.
Wakil Direktur III Polbeng, Ir. Marhadi Sastra, S.T., M.Sc., yang hadir mewakili Direktur, menyampaikan apresiasi atas komitmen semua pihak dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi. Ia menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan untuk mendukung inovasi yang relevan dengan kebutuhan sektor kemaritiman nasional.
Dr. Jamal dalam pidatonya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga bentuk nyata dukungan terhadap agenda riset strategis nasional, termasuk pengembangan prototipe kapal berbahan HDPE yang efisien, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kebutuhan industri domestik.
Mengusung tema “Kolaborasi Desain dan Teknologi Menuju Kapal HDPE Cerdas,” kegiatan ini sekaligus menjadi forum berbagi gagasan dalam perancangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, arah riset terapan yang lebih konkret, serta potensi hilirisasi hasil penelitian perguruan tinggi vokasi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Polbeng menegaskan perannya sebagai motor penggerak inovasi vokasi berbasis kemaritiman dan siap mendukung pertumbuhan ekonomi pesisir melalui kolaborasi dan teknologi tepat guna.