
PEKANBARU – Bagi calon siswa SMA dan SMK Negeri di Riau, perlombaan mendapatkan kursi di sekolah impian sudah resmi dimulai. Dan angkanya menunjukkan persaingan yang cukup ketat.
Hingga Rabu (10/6/2026) pukul 16.30 WIB, sebanyak 68.322 akun calon murid sudah berhasil diaktifkan di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Tahap pendaftaran dan pemilihan sekolah sendiri resmi dibuka pada hari yang sama, mulai pukul 08.00 WIB.
Tim SPMB Riau, Jeffri Hunter, melaporkan bahwa sejauh ini prosesnya berjalan lancar. Server dalam kondisi normal, dan belum ada laporan gangguan atau keluhan dari calon peserta maupun orang tua.
Ada satu hal penting yang perlu dipahami. Meskipun jadwal aktivasi akun tercantum berlangsung hingga 14 Juni 2026, bukan berarti sistem akan otomatis tertutup setelah tanggal tersebut. Calon murid yang belum sempat mengaktifkan akun tetap bisa melakukannya setelah tanggal itu.
Tapi — dan ini yang krusial — menunda bukan berarti tanpa risiko. Jeffri mengingatkan bahwa semakin lambat seseorang mengaktifkan akun dan mendaftar, semakin sedikit pula pilihan sekolah yang tersedia. Kuota di setiap sekolah terus terisi oleh peserta yang lebih dahulu mendaftar. Jadi, meskipun sistemnya masih terbuka, peluangnya sudah menyempit.
Untuk mengaktifkan akun, calon murid perlu menyiapkan tiga data utama: NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) dari sekolah asal, NISN (Nomor Induk Siswa Nasional), dan tanggal lahir yang sesuai dengan data di sistem. Setelah akun aktif, peserta bisa langsung melanjutkan ke tahap pendaftaran dan memilih sekolah sesuai jalur penerimaan yang tersedia.
Panitia SPMB juga memberikan beberapa tips praktis agar proses berjalan mulus. Pertama, pastikan seluruh data yang dimasukkan sesuai dengan dokumen resmi agar tidak terkendala saat verifikasi. Kedua, periksa kelengkapan berkas secara menyeluruh sebelum dikirimkan. Dan ketiga, pastikan koneksi internet stabil saat melakukan aktivasi maupun pendaftaran.
Dinas Pendidikan Provinsi Riau berharap seluruh calon murid dan orang tua tidak menunda-nunda. Waktu yang tersedia sebaiknya dimanfaatkan sebaik mungkin agar tidak kehilangan kesempatan mendapatkan kursi di sekolah negeri yang menjadi tujuan.
Sumber: Media Center Riau – Kamis, 11 Juni 2026