Dukung Kemandirian Nelayan Pesisir, Dosen Perkapalan Polbeng Terapkan Teknologi Cor Propeler Kapal di Bengkalis

Dukung Kemandirian Nelayan Pesisir, Dosen Perkapalan Polbeng Terapkan Teknologi Cor Propeler Kapal di Bengkalis

BENGKALIS – Tim dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Perkapalan Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam hilirisasi teknologi ke masyarakat pesisir. Melalui skema pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) PNBP tahun 2026, tim pengabdi menyelenggarakan alih teknologi tepat guna berupa alat peleburan dan pengecoran (casting) propeler kapal serta alat pengasapan ikan bagi kelompok nelayan di Bengkalis.

Kegiatan yang berpusat di Bengkel Kapal Non Baja, Jurusan Teknik Perkapalan Polbeng ini menggandeng mitra nelayan setempat, yakni Kelompok Nelayan Citra Desa Ulu Pulau serta Koperasi Konsumen Agro Sejahtera Bersama (KKASB) Desa Pambang Baru.

Ketua Tim Pengabdian, Muhammad Alimul Hafiz, S.T., M.T., menjelaskan bahwa program ini diinisiasi untuk mengatasi masalah klasik yang dihadapi nelayan perairan Selat Malaka, yaitu tingginya kerusakan propeler kapal akibat benturan sedimen keras di perairan dangkal serta korosi air laut. Kerusakan berupa gompal (chipping) dan aus pada daun baling-baling memicu getaran keras pada poros mesin dan memboroskan bahan bakar minyak (BBM).

“Selama ini nelayan sangat bergantung pada baling-baling fabrikasi luar daerah dengan harga beli yang tinggi. Melalui kegiatan ini, kami merancang ulang geometri propeler yang presisi berbasis komputasi hidrodinamika, sekaligus melatih nelayan memproduksi dan mencor sendiri baling-baling kapal berbahan paduan logam yang tangguh dan tahan korosi,” ujar Alimul.

Dalam pelaksanaannya, tim Polbeng tidak hanya menyerahkan unit propeler hasil coran yang telah dioptimasi, tetapi juga memberikan pembekalan teknis dan keselamatan kerja (safety). Para nelayan dikenalkan pada tahapan pembuatan cetakan pasir (sand casting), pengoperasian tungku peleburan logam menggunakan bahan bakar gas bertekanan, proses penuangan (pouring), hingga tahap penyelesaian akhir (grinding dan polishing).

Ketua Koperasi Konsumen Agro Sejahtera Bersama, Abdullah, menyambut hangat pelaksanaan program ini. Menurutnya, transfer teknologi dan bantuan baling-baling baru tersebut langsung menjawab kebutuhan mendesak armada tangkap anggota koperasi di lapangan.

“Propeler kapal kami sering rusak terkena pasir dan lumpur dangkal, membuat laju perahu tersendat dan boros minyak. Dengan adanya bantuan propeler baru dan pelatihan dari dosen-dosen Polbeng, kami jadi paham cara merawat dan mencor sendiri, sehingga ke depan biaya perawatan melaut bisa jauh lebih hemat,” ungkapnya.

Selain memulihkan efisiensi operasional kapal nelayan, terobosan teknologi tepat guna ini diharapkan mampu membuka peluang usaha bengkel mandiri bagi kelompok nelayan pesisir Kabupaten Bengkalis, sekaligus mewujudkan ketahanan ekonomi masyarakat maritim yang berkelanjutan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *