Dari Jakarta ke Pekanbaru, Perjalanan Terakhir Sekjen PWI Pusat yang Meninggal Mendadak di Usia 53 Tahun

PEKANBARU -Dunia jurnalistik Indonesia diselimuti duka mendalam. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026) dini hari, pukul 00.05 WIB di RS Budi Kemuliaan, Jakarta. Pria kelahiran Banda Aceh, 2 Juli 1972 itu wafat di usia 53 tahun akibat serangan jantung.

Kabar ini begitu mengejutkan. Pasalnya, pada Jumat sore — hanya beberapa jam sebelum kepergiannya — Zulmansyah masih aktif berkomunikasi dengan sejumlah pengurus PWI. Tidak ada yang menyangka itu akan menjadi percakapan terakhirnya.

Sekitar pukul 11.40 WIB, jenazah diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta menggunakan maskapai Pelita Air menuju Pekanbaru. Putra semata wayang almarhum, Abiyyu, yang tengah menempuh pendidikan S2 di Malaysia, turut mendampingi jenazah ayahnya dalam penerbangan tersebut.

Jenazah tiba di rumah duka di Perumahan Sakinah 2, Jalan Purwodadi, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru sekitar pukul 14.30 WIB. Suasana haru langsung menyelimuti kediaman almarhum. Keluarga, kerabat, dan puluhan rekan sesama wartawan telah menunggu kedatangan jenazah.

Sejumlah tokoh dan pejabat penting tampak hadir memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, Bupati Siak Afni Zulkifli, mantan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, serta mantan Bupati Kampar Jefry Noer bersama istri.

Momen paling mengharukan datang dari Ketua Umum PWI Pusat. Akhmad Munir mengaku ikut membuka peti jenazah dan mencium jasad almarhum untuk terakhir kali. Ia kemudian turut menyalatkan dan mengantar ke pemakaman.

Setelah disinggahkan sejenak di rumah duka, jenazah kemudian disalatkan di Masjid Baitussakinah yang berada persis di samping rumah duka. Prosesi salat jenazah dipadati jamaah yang memenuhi ruangan masjid. Usai itu, jenazah diberangkatkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kertama, Pekanbaru, untuk dimakamkan. Putra almarhum, Abiyyu, mengumandangkan azan saat jenazah ayahnya diturunkan ke liang lahat.

Kepergian Zulmansyah menjadi kehilangan besar bagi dunia pers nasional. Ia bukan sembarang wartawan. Sepanjang kariernya, ia pernah menjabat sebagai Ketua PWI Provinsi Riau selama dua periode berturut-turut (2017–2022 dan 2022–2027). Ia juga pernah menjadi Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat hasil Kongres ke-24 di Bandung tahun 2023, lalu dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PWI Pusat pada masa transisi, hingga akhirnya menjadi Ketua Umum PWI Pusat versi Kongres Luar Biasa (KLB).

Yang paling penting, Zulmansyah dikenal sebagai figur kunci dalam proses rekonsiliasi (penyatuan kembali) organisasi PWI yang sempat mengalami perpecahan. Pada Kongres Persatuan yang digelar di Cikarang, Jawa Barat, pada Agustus 2025, ia dipercaya menjabat Sekretaris Jenderal dalam kepengurusan yang dipimpin Akhmad Munir untuk periode 2025–2030. Kepengurusan ini dijuluki “kabinet persatuan” karena berhasil mengakhiri konflik internal yang memecah organisasi.

Namun, baru sekitar tujuh bulan kepengurusan berjalan, sosok pemersatu itu harus berpulang.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Ia menyebut almarhum sebagai salah satu kader terbaik yang selalu total dalam bekerja untuk organisasi.

Sementara itu, Sekretaris PWI Riau Doni Dwi Putra mengajak seluruh insan pers untuk bersama-sama menunaikan fardu kifayah bagi almarhum sebagai bentuk solidaritas terakhir dari keluarga besar wartawan.

 SUMBER: Media Center Riau – Sabtu, 18 April 2026

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *