Politeknik Negeri Bengkalis Dorong Penguatan Ekonomi Nelayan di Desa Pambang Baru

Bengkalis, 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) terus melaksanakan program “Penguatan Ekonomi Nelayan melalui Integrasi Teknologi Pengolahan Ikan dan Sistem Informasi UMKM Pesisir” di Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tahun 2026 tersebut berfokus pada pemanfaatan teknologi pengolahan ikan dan transformasi digital untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan serta memperkuat pengelolaan usaha masyarakat pesisir.

Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong penerapan hasil inovasi perguruan tinggi agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat dan memberikan dampak terhadap penguatan ekonomi wilayah pesisir.

Hingga tahapan pelaksanaan saat ini, capaian program telah mencapai sekitar 80 persen dan berjalan sesuai dengan target yang telah direncanakan. Kemajuan kegiatan mencakup penerapan teknologi pengolahan ikan, pengembangan produk olahan, peningkatan kapasitas kelompok nelayan, pengemasan produk, serta implementasi sistem informasi untuk mendukung pengelolaan UMKM pesisir.

Program ini diketuai oleh Fajri Profesio Putra dari Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak Politeknik Negeri Bengkalis. Dalam pelaksanaannya, ketua bertanggung jawab terhadap perencanaan, koordinasi, identifikasi kebutuhan mitra, serta keberhasilan keseluruhan kegiatan. Tim juga diperkuat oleh Rezki Kurniati dari Program Studi Keamanan Sistem Informasi yang menangani pelatihan literasi digital, penggunaan aplikasi, monitoring, dan evaluasi berbasis data, serta Reinaldi Teguh Setyawan dari Program Studi Teknik Manufaktur Mesin yang bertanggung jawab pada aspek teknis, termasuk pemilihan dan penerapan teknologi tepat guna pengolahan ikan. Kegiatan turut melibatkan mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis dalam pengumpulan data awal, dokumentasi, dan pembuatan video kegiatan.

Sebelum program dilaksanakan, hasil tangkapan nelayan sebagian besar masih dipasarkan sebagai ikan segar sehingga nilai tambah produk relatif rendah dan pendapatan nelayan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga. Ketika hasil tangkapan melimpah, harga ikan cenderung turun akibat keterbatasan serapan pasar lokal. Pada kondisi awal, mitra juga belum memiliki peralatan pengolahan kerupuk ikan, anggota belum mendapatkan pelatihan pengolahan secara terstruktur, pencatatan produksi, stok, dan penjualan belum terintegrasi, serta pemasaran digital belum berjalan.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim Polbeng menerapkan solusi secara terpadu dari sektor produksi hingga pemasaran. Teknologi tepat guna yang diterapkan mendukung pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah. Program juga dilengkapi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, penerapan SOP produksi higienis, pengendalian mutu sederhana, pengemasan produk, serta pendampingan pemasaran.

Pada sisi manajemen dan digitalisasi, tim mengembangkan Sistem Informasi Koperasi yang mendukung pencatatan anggota, bahan baku, produksi, stok, penjualan, laporan usaha, hingga perhitungan dasar harga pokok produksi. Sistem tersebut diharapkan mampu membuat pengelolaan koperasi menjadi lebih tertib, transparan, dan berbasis data.

Kepala Desa Pambang Baru, Solehan, S.Tr.Kes., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada tim pelaksana dan Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng). Menurutnya, program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok nelayan, karena tidak hanya menghadirkan teknologi pengolahan ikan, tetapi juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menghasilkan produk bernilai tambah serta memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha.

Solehan juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan sehingga teknologi, pengetahuan, dan keterampilan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Pambang Baru.

Pelaksanaan kegiatan dinilai telah berada pada jalur yang sesuai dengan target. Tahapan berikutnya akan diarahkan pada penyempurnaan proses produksi dan kualitas produk, optimalisasi pemanfaatan sistem informasi, perluasan pemasaran digital, serta evaluasi dampak program terhadap kapasitas usaha dan ekonomi mitra.

Melalui program ini, Politeknik Negeri Bengkalis berharap dapat mendorong terciptanya kelompok nelayan yang semakin produktif dan mandiri, sekaligus membangun ekosistem UMKM pesisir yang mampu memanfaatkan teknologi secara berkelanjutan. Dampak yang diharapkan antara lain meningkatnya nilai tambah hasil tangkapan, terbukanya peluang kerja pada sektor produksi dan pengemasan, menguatnya kelembagaan koperasi berbasis data, serta semakin luasnya akses pasar bagi produk olahan masyarakat pesisir Desa Pambang Baru.

Dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi diharapkan semakin memperkuat keberlanjutan program serta memperluas manfaat teknologi dan inovasi Politeknik Negeri Bengkalis bagi masyarakat pesisir.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *