Dukung Kemandirian Nelayan Selat Malaka, Tim Dosen Polbeng Hadirkan Teknologi Tepat Guna Alat Pengasap Ikan di Desa Ulu Pulau

Dukung Kemandirian Nelayan Selat Malaka, Tim Dosen Polbeng Hadirkan Teknologi Tepat Guna Alat Pengasap Ikan di Desa Ulu Pulau

BENGKALIS, RIAU (17 oktober 2026) – Komitmen perguruan tinggi dalam mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir kembali diwujudkan oleh tim dosen Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng). Melalui skema Pengabdian Desa Binaan yang didanai oleh PNBP Politeknik Negeri Bengkalis 2026, tim pengabdi melaksanakan program bertajuk “Implementasi Teknologi Tangkap dan Pengolahan Ikan Asap Bagi Kelompok Nelayan Citra Desa Ulu Pulau”.

Kegiatan pengabdian ini menyasar Kelompok Nelayan Citra, sebuah kelompok nelayan yang beranggotakan tujuh orang di Desa Ulu Pulau, Kecamatan Bantan. Dalam kesehariannya, kelompok ini beroperasi menangkap ikan di perairan Selat Malaka dan menambatkan armada kapalnya di kawasan Sungai Liung, di desa Bantan Tengah.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Jamal, S.T., M.T. (Dosen D4 Teknologi Rekayasa Arsitektur Perkapalan), bersama anggota tim Hardiyanto, M.Si. (D3 Nautika Kapal), staf penata laboran pratama Fazrian, A.Md., serta melibatkan tiga mahasiswa (Muhammad Haikal, Resti Yanti Juanda, dan Muhammad Suhaimi), terjun langsung untuk mengurai dua permasalahan krusial yang dihadapi para nelayan setempat.

Atasi Keterbatasan Alat Tangkap dan Pengeringan Tradisional

Selama ini, Kelompok Nelayan Citra menghadapi keterbatasan akibat jaring penangkap ikan yang sudah banyak rusak serta berukuran mata jaring kecil (1,5 inci). Ukuran ini hanya mampu menjangkau ikan-ikan kecil di pinggir pantai dengan nilai ekonomi rendah. Selain itu, ikan tangkapan yang tidak terserap pasar segar umumnya hanya dijemur secara tradisional di bawah terik matahari langsung. Saat cuaca mendung atau musim hujan, proses pengeringan sering gagal sehingga ikan membusuk dan terbuang sia-sia.

Merespons kondisi tersebut, tim pengabdi menghadirkan dua solusi utama:

  1. Penyediaan Jaring Tangkap Baru (2,5 Inci): Memungkinkan armada nelayan menjangkau wilayah penangkapan lebih jauh ke perairan lepas untuk menangkap ikan pelagis bernilai jual tinggi, seperti ikan selar dan tenggiri/parang.
  2. Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) Alat Pengasapan Ikan: Rancang bangun oven pengasap berdimensi 125 cm × 100 cm × 40 cm berbahan pelat besi dan rangka hollow dengan kapasitas tampung sekitar 20 kg (±90 ekor ikan ukuran sedang) dalam sekali proses pengasapan. Alat ini memanfaatkan sumber asap dari serbuk kayu atau sabut kelapa yang melimpah di lingkungan sekitar mitra.

Pelatihan dan Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi

Tak hanya menyerahkan bantuan fisik, tim Polbeng turut menyelenggarakan pelatihan dan lokakarya teknis. Mitra dibimbing mulai dari persiapan bahan, teknik pengasapan higienis, pengemasan produk, hingga perawatan mandiri alat TTG.

Ketua Kelompok Nelayan Citra, Bapak Ibrahim, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian sivitas akademika Polbeng. “Bantuan jaring dan alat pengasap ini sangat membantu kami. Sekarang kalau cuaca hujan atau hasil tangkapan melimpah, ikan tidak lagi terbuang rusak karena bisa langsung kami olah menjadi ikan asap yang punya harga jual lebih baik,” ungkapnya.

Melalui program ini, tim pengabdi berharap Desa Ulu Pulau dapat mengembangkan diversifikasi produk perikanan bernilai tambah tinggi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan lokal serta mewujudkan kemandirian ekonomi keluarga nelayan di wilayah pesisir terluar Indonesia secara berkelanjutan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *