Tim Hiliriset Universitas Trunojoyo Madura Kunjungi Bengkalis, Dorong Hilirisasi Kelapa Berbasis Teknologi Tepat Guna

Tim Hiliriset Universitas Trunojoyo Madura Kunjungi Bengkalis, Dorong Hilirisasi Kelapa Berbasis Teknologi Tepat Guna

BENGKALIS, 05 November 2026 – Tim peneliti Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan kunjungan lapangan perdana ke Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, dalam rangka pelaksanaan program Hilirisasi Pengolahan Kelapa Berbasis Teknologi Tepat Guna. Kegiatan ini merupakan bagian dari Penelitian Skema Hilirisasi Riset Strategis (LPDP) – Ajakan Industri.

Kunjungan yang dijadwalkan berlangsung pada 3–9 November 2026 tersebut meliputi survei lapangan awal, identifikasi kondisi aktual mitra, serta koordinasi teknis bersama Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) dan Koperasi Konsumen Agro Sejahtera Bersama sebagai mitra kegiatan.

Program ini bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa, khususnya melalui pengembangan sistem pengolahan yang lebih produktif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan industri serta masyarakat.

Identifikasi Potensi dan Kondisi Aktual Mitra

Dalam kunjungan pertama, tim melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi lapangan, potensi bahan baku kelapa, serta fasilitas yang dimiliki mitra koperasi. Observasi dilakukan pada kawasan perkebunan kelapa, tempat penyimpanan hasil kelapa, serta lingkungan usaha koperasi. Tim juga berdiskusi dengan pengelola dan anggota koperasi untuk memperoleh gambaran awal mengenai kegiatan operasional dan kebutuhan pengembangan teknologi pengolahan.

Hasil observasi awal ini akan menjadi dasar dalam merumuskan kebutuhan teknologi, menentukan prioritas pengembangan peralatan, serta menyusun strategi implementasi yang sesuai dengan karakteristik dan kemampuan operasional mitra.

Pengembangan Teknologi untuk Meningkatkan Nilai Tambah Kelapa

Melalui kegiatan hilirisasi ini, tim peneliti akan mengembangkan penerapan teknologi tepat guna dalam pengolahan kelapa dan hasil sampingnya. Salah satu fokus pengembangan adalah pemanfaatan sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi, seperti cocopeat dan cocofiber, melalui dukungan teknologi pencacahan dan pemisahan serat. Selain itu, program juga mencakup pengembangan teknologi pengeringan berbasis pengendalian suhu dan kelembapan untuk mendukung peningkatan mutu serta efisiensi proses pengolahan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi kehilangan potensi ekonomi dari hasil samping kelapa, meningkatkan kualitas produk, serta membuka peluang diversifikasi usaha bagi koperasi dan masyarakat.

Penerapan teknologi juga akan diarahkan agar mudah dioperasikan, dapat dipelihara secara berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan nyata mitra.

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Mitra Industri

Kegiatan ini melibatkan tim peneliti lintas disiplin ilmu dari Universitas Trunojoyo Madura, yaitu:

  1. Ir. Anis Arendra, S.T., M.Eng. – Ketua Peneliti.
  2. Dr. Iskandar Dzulkarnain, M.Si.
  3. Dr. Ir. Retno Indriartiningtias, S.T., M.T.
  4. Dr. Ir. Fitri Agustina, S.T., M.T.
  5. Yoga Dwitya Pramudita, S.Kom., M.Cs.
  6. Hairil Budiarto, S.T., M.T.

Kegiatan turut didampingi oleh perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Trunojoyo Madura, Dr. Sabarudin Akhmad, S.T., M.T., IPU.

Kolaborasi dengan Politeknik Negeri Bengkalis menjadi bagian penting dalam mendukung koordinasi teknis, pemahaman kondisi lokal, dan pengembangan solusi teknologi yang sesuai dengan potensi komoditas kelapa di wilayah Bengkalis. Sementara itu, keterlibatan Koperasi Konsumen Agro Sejahtera Bersama diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara hasil penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata pelaku usaha di lapangan.

Mendorong Ekonomi Lokal Berbasis Potensi Kelapa

Kabupaten Bengkalis memiliki potensi sumber daya perkebunan kelapa yang dapat dikembangkan melalui peningkatan kapasitas pengolahan dan diversifikasi produk. Melalui program hilirisasi ini, pengolahan kelapa diharapkan tidak hanya berorientasi pada penjualan bahan mentah, tetapi juga berkembang menjadi kegiatan usaha yang mampu menghasilkan produk turunan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Kegiatan kunjungan lapangan pertama menjadi langkah awal untuk membangun kesepahaman antara peneliti, perguruan tinggi mitra, dan koperasi mengenai kebutuhan teknologi, kesiapan sarana, serta tahapan pelaksanaan program. Sebagai tindak lanjut, tim akan menyusun hasil identifikasi kebutuhan mitra, melakukan pendalaman aspek teknis, dan mempersiapkan tahapan pengembangan serta implementasi teknologi sesuai dengan rencana kegiatan penelitian.

Melalui sinergi Universitas Trunojoyo Madura, Politeknik Negeri Bengkalis, dan Koperasi Konsumen Agro Sejahtera Bersama, program ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas, daya saing usaha, dan kesejahteraan masyarakat berbasis komoditas kelapa.

Hilirisasi riset menjadi jembatan antara inovasi perguruan tinggi dan kebutuhan industri, sehingga teknologi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara langsung serta berkelanjutan oleh masyarakat.

Sabarudin Akhmad selaku perwakilan LPPM Universitas Trunojoyo Madura, menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara Universitas Trunojoyo Madura dan Politeknik Negeri Bengkalis dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di wilayah kepulauan dan pesisir.

Menurutnya, Madura dan Bengkalis memiliki karakteristik wilayah yang relatif serupa, terutama dari sisi potensi sumber daya alam, kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta tantangan pengembangan industri berbasis komoditas lokal.

“Sinergi antara Universitas Trunojoyo Madura dan Politeknik Negeri Bengkalis sangat penting untuk membangun dan memberdayakan masyarakat daerah kepulauan. Madura dan Bengkalis memiliki karakteristik yang relatif mirip, sehingga pengalaman, keilmuan, dan inovasi teknologi dari kedua perguruan tinggi dapat saling melengkapi untuk menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Sabarudin.

Ia juga berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan program penelitian, tetapi dapat terus berkembang melalui kegiatan hilirisasi teknologi, pemberdayaan koperasi, pengembangan usaha masyarakat, serta penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Program Hilirisasi Pengolahan Kelapa Berbasis Teknologi Tepat Guna menjadi salah satu bentuk nyata sinergi tersebut, dengan mempertemukan keahlian akademisi, dukungan perguruan tinggi vokasi, dan kebutuhan mitra koperasi dalam meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *