Polbeng Gelar Pelatihan Pengelasan SMAW bagi Pemuda Putus Sekolah di Desa Sungai Alam

BENGKALIS – Dosen Jurusan Teknik Perkapalan Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng), yang terdiri dari Afriantoni dan Pardi, melaksanakan kegiatan “Pelatihan Pengelasan SMAW untuk Pemuda Pemudi Desa Sungai Alam yang Putus Sekolah” sebagai bentuk Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Agustus 2025, bertempat di Bengkel Las dan Bengkel Pipa & Plat Kampus II Polbeng.Program ini terselenggara melalui hibah pengabdian dari PNBP Polbeng tahun 2025, dengan menggandeng Pemerintah Desa Sungai Alam sebagai mitra. Sasaran kegiatan adalah pemuda dan pemudi desa yang putus sekolah namun masih berada pada usia produktif, dengan tujuan membekali mereka keterampilan dasar di bidang pengelasan.Ketua Tim Pengabdian, Afriantoni, menjelaskan bahwa pelatihan tidak hanya memberikan teori dasar pengelasan SMAW, tetapi juga fokus pada praktik langsung. “Peserta diberikan kesempatan berlatih mulai dari teknik dasar menggunakan alat las, penyambungan dua material logam, hingga membuat produk sederhana dari baja. Dengan metode praktik langsung, diharapkan keterampilan yang diperoleh dapat segera diterapkan dalam dunia kerja maupun usaha mandiri,” terangnya.

Selain dua orang dosen, pelaksanaan pengabdian juga melibatkan satu tenaga laboran (Arief Teguh Pribadi), serta dua mahasiswa yang turut mendampingi jalannya pelatihan. Sementara itu, peserta berasal dari warga Desa Sungai Alam yang telah putus sekolah namun ingin memperoleh keterampilan untuk meningkatkan peluang kerja.Tahapan kegiatan mencakup persiapan, pembukaan, penyampaian materi dasar, praktik mengelas, pembuatan produk sederhana, hingga evaluasi keterampilan setiap peserta. Di akhir pelatihan, seluruh peserta memperoleh sertifikat sebagai bukti telah mengikuti program ini.Melalui kegiatan ini, peserta dibekali dengan penguasaan pengetahuan dasar pengelasan SMAW, keterampilan praktik pengelasan, hingga kemampuan membuat produk sederhana dari logam. Lebih jauh, pelatihan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. “Kami berharap peserta mampu bekerja di perusahaan maupun membuka usaha bengkel las secara mandiri. Dengan demikian, pelatihan ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tambah Afriantoni. (HUMAS)

DigitalInk

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *