
PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru merilis peringatan dini terkait kondisi cuaca di Provinsi Riau pada Selasa (6/1/2026). Masyarakat diimbau untuk mewaspadai perubahan cuaca dinamis yang diprediksi terjadi mulai siang hingga dini hari nanti, yang berpotensi mengganggu aktivitas harian.
Gita Dewi S, Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, menjelaskan bahwa meski pagi hari langit Riau tampak didominasi udara kabur hingga cerah berawan, pergeseran massa udara akan memicu pembentukan awan hujan pada siang hari.
“Mulai siang nanti, cuaca akan beralih menjadi berawan dengan potensi hujan intensitas ringan hingga sedang. Fokus area yang terdampak awal meliputi Kabupaten Siak dan wilayah Kota Pekanbaru,” terang Gita.
Memasuki sore hingga malam hari, sebaran hujan diprakirakan meluas secara signifikan. Guyuran hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang melanda sejumlah wilayah strategis lainnya, seperti Kabupaten Rokan Hulu, Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, dan Indragiri Hulu.
Kondisi basah ini diprediksi berlanjut hingga dini hari, dengan wilayah selatan seperti Kabupaten Indragiri Hilir turut masuk dalam zona potensi hujan ringan.
Secara khusus, BMKG mengeluarkan peringatan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba. “Masyarakat di sebagian wilayah Siak, Indragiri Hulu, dan Pekanbaru perlu mewaspadai potensi hujan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang,” tegas Gita.
Dari sisi parameter suhu, Riau hari ini berada pada kisaran 22–33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, mencapai 60–100 persen. Angin bertiup dari arah Barat Laut ke Timur Laut dengan kecepatan berkisar 10 hingga 30 km/jam.
Selain cuaca darat, BMKG juga menyoroti kondisi maritim. Meskipun tinggi gelombang di perairan Riau secara umum tergolong rendah (0,5–1,25 meter), peringatan khusus diberikan bagi aktivitas pelayaran di jalur Dumai–Bengkalis. Di wilayah perairan ini, tinggi gelombang berpotensi melonjak hingga 2,5 meter, sehingga nakhoda dan nelayan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sumber: Media Center Riau – Selasa, 06 Januari 2026