
PEKANBARU – Siapa pun yang sering melintas di kawasan Simpang SKA Pekanbaru pasti paham rasanya terjebak antrean kendaraan yang mengular, terutama di jam-jam sibuk. Kemacetan di pertemuan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai (yang lebih dikenal warga sebagai Jalan Nangka) ini sudah lama menjadi keluhan warga.
Ironisnya, di persimpangan itu sudah berdiri flyover (jembatan layang). Tujuan awal pembangunannya memang untuk mengurai kemacetan. Tapi kenyataannya, macet tetap terjadi — bahkan masih dirasakan parah oleh masyarakat. Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengakui kondisi ini dan bertekad menyelesaikannya.
Kini, Pemprov Riau bergerak dengan skenario baru yang cukup berani. Dinas PUPR-PKPP Riau akan melebarkan dua titik U-Turn (tempat putar balik kendaraan) di Jalan Tuanku Tambusai. Lokasi pertama berada di depan Rumah Sakit Hermina, dan lokasi kedua di ruas sebelum Masjid Raudhatul Jannah.
Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, menjelaskan bahwa pelebaran ini bukan proyek yang berdiri sendiri. Ini adalah bagian dari rencana besar penataan ulang koridor jalan yang mencakup dua langkah drastis sekaligus: menutup akses jalan di bawah flyover dan menghapus lampu lalu lintas (traffic light) di persimpangan SKA.
Logikanya begini. Dengan ditutupnya persimpangan sebidang dan dihilangkannya lampu merah, kendaraan tidak lagi menumpuk di satu titik. Arus lalu lintas akan dialihkan melalui U-Turn yang sudah dilebarkan, sehingga pergerakan kendaraan menjadi lebih tersebar dan mengalir.
Pelebaran U-Turn untuk tahap awal difokuskan hanya di Jalan Tuanku Tambusai karena koridor Jalan Soekarno-Hatta dinilai sudah terakomodasi oleh keberadaan flyover. Namun Zulfahmi tidak menutup kemungkinan pelebaran akan diperluas ke titik lain jika memang dibutuhkan, misalnya di depan Hotel Grand Suka dan di depan Lotte Mart.
Prosesnya dijadwalkan mulai Juli 2026. SF Hariyanto menegaskan bahwa proyek ini tidak akan ditunda-tunda lagi. Menurutnya, kemacetan di Simpang SKA diperparah oleh arus keluar-masuk kendaraan dari dua pusat perbelanjaan besar yang berdekatan di kawasan tersebut.
Jika semua rencana ini terealisasi, wajah lalu lintas di salah satu titik tersibuk Pekanbaru akan berubah total — dari persimpangan berlampu merah yang sering macet menjadi koridor dengan arus baru yang diharapkan jauh lebih lancar.
Sumber: Media Center Riau – Selasa, 23 Juni 2026